HAKIKAT KEJUJURAN

Dalam sebuah kisah Ulama besar Imam Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Kemudian beliau ingin menguji pemahaman mereka tentang semua yang diajarkan beliau kepada murid-muridnya. Beliau mengajukan beberapa pertanyaan kepada muridnya,











Terima Kasih pada pembawa acara
yang telah memberikan waktu dan kesempatannya
Audzubillahiminassyaitonnirojim
Bismilahirohmannirohim.......

Asalamualaikumwr.wb..........
Tanam pinang rapat-rapat
Agar puyuh tak dapat terbang
Jawablah salam dengan semangat
Jikalau engkau umat muhammad
Assalamualaikum wrwb
Alhamdulillahirrabbilalamin
Asyhadualailahaillalah waasyhaduanna muhamaddaran abduhu warosuuluh
Allohummasholi ala sayidina Muhammad waala ali sayyidina Muhammad
Allohummagfirli dunnubi waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro
Allohumma ihdinasirotol mustaqim, shirotoladzina an’amta alaihim goiril maghdu bi alaihim waladhooliini Robighfirli aamiin

Yang terhormat Dewan juri
Yang terhormat bapak dan ibu guru yang hadir pada acara ini
Hadirin dan hadirat yang berbahagia
Serta teman-teman seperjuangan yang saya banggakan.

Alhamdulillah wasyukurilah wanikmatillah,
Segala puji kehadirat illahirobbi yang telah memberi tiada henti dari yang paling utama dari segala apa yang kita anggap utama di dunia yang bersifat fana, mari terlebih dahulu kita bersama-sama memanjatkan puja dan puji kehadirat Allah SWT yang maha kuasa, yang telah menciptakan rasa cinta diantara kita, termasuk rasa cinta terhadap semua mahkluknya.
Solawat salam kita sanjungkan kepada rosulullah juru selamat dunia akhirat beliau pembimbing umat, Nabi Besar Muhammad SAW dan semoga tercurah limpahkan pula kepada keluarganya, para shahabatnya, dan para pengikutnya termasuk kita yang hadir pada kesempatan yang berbahagi ini.
Aamiin Allah Ya Rabbal ‘Aalamiin
Dewan juri yg saya hormati teman-teman seperjuangan yg budiman
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan sebuah pesan untuk teman-teman sekaliam tentang  HAKEKAT KEJUJURAN
Teman-teman yang berbahagia serta dewan juri yang terhormat.
Saya punya cerita dan pertanyaan buat teman-teman,
Dalam sebuah kisah Ulama besar Imam Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Kemudian beliau ingin menguji pemahaman mereka tentang semua yang diajarkan beliau kepada murid-muridnya. Beliau mengajukan beberapa pertanyaan kepada muridnya, yang boleh teman-teman jawab,
Pertanyaan beliau yang pertama apakah yang berat itu ?
Coba teman-teman jawab, mungkin kita menjawabnya batu, besi, memikul gajah, apalagi?
murid-murid Imam Ghozali pun menjawab bahwa yang berat adalah besi, baja, dan seperti itu.
Pertanyaan beliau yang kedua teman-teman, coba apakah yang tajam itu ?
Kita mungkin menjawab yang tajam itu adalah pisau, golok,
semua murid menjawab seperti itu.
Satu lagi teman-teman yang Imam Ghozali tanyakan kepada muridnya,
Yaitu apakah yang ringan itu ?
Kita mungkin menjawab bahwa yang ringan itu mungkin sehelai benang, kapas, balon dan lain-lain.
Dan hampir semua murid Imam Ghozali pun menjawab demikian
Teman-teman sekalian
Bagaimana reaksi Imam Ghozali terhadap jawaban murid-muridnya ?
Imam Ghozali kemudian tersenyum dan menggeleng-nggelengkan kepalanya, ternyata semua jawaban tadi tidak ada satupun yang benar.
Lalu apakah jawaban yang benar itu menurut Imam Ghozali.
Imam Ghozali pun kemudian menjelaskan :
Apakah yang berat itu ?
yang berat bagi kita adalah amanat, kita sebagai anak adalah amanat Allah SWT melalui ayah ibu kita, rijki, ilmu adalah amanat, maka harus kita laksanakan dengan jujur. Hidup ini adalah amanat yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Allah kelak di hari perhitungan.
Kemudian  apakah yang tajam itu?
Yang tajam adalah lidah kita teman-teman!. Jika kita tidak berhati hati, dalam menggunakan lidah kita maka bisa menyakiti orang lain.
Selanjutnya Pertanyaan yang terakhir, apakah yang ringan itu ?
Yang ringan adalah dusta bin bohong. Betapa seringnya kita berbohong. Kita sering berbohong, tidak jujur dalam banyak hal, baik kepada teman, orang tua guru atau saudara lain.
Ketidak jujuran sekecil apapun, Bohong sangatlah ringan tetapi bisa mencelakakan kita. Betul apa betul!
Allah berfirman dalam surat As Syu’araa’ ayat 221-223 :
Audzubillahiminasyaitonnirojim
هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ. تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ . يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ
 “Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan- syaitan itu turun?  Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
Kebohongan, ketidakjujuran, kata-kata yang tidak benar, sekecil apapun dalam bentuk apapun harus kita jauhi, karena akibat yang ditimbulkan sangatlah besar dan fatal.
Mari kita jadikan kejujuran sebagai perilaku diri kita, kebiasaan kita, karena kejujuran adalah salah satu modal besar kesuksesan diri yang diridhoi Allah SWT, sehingga kita sukses dunia maupun akhirat kelak, Amin ya Allah ya Rabbalalamin,
Honesty is everything. Kejujuran adalah segalanya

Akhir kata,
Kalau ada piring yang pecah, jangan disimpan di dalam peti, kalau ada kata-kata yang salah, jangan disimpan di dalam hati.

Demikian yang dapat saya sampaikan ,
Mudah-mudahan bermanfaat, Mohon maaf bila khilaf
Orang beriman saling mengasih, cukup sekian dan terima kasih.
Allah SWT memberi rahmat pada kita semua
Usiikum wanafsi bitaqwallah, Wabillahi taufik wal hidayah,
wassalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Posting Komentar

0 Komentar